Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Tribun Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng, pada Senin pagi (8/6/2026).

Ratusan warga lanjut usia (lansia) dari berbagai kecamatan berkumpul mengenakan pakaian seragam atau batik khas, menghadiri puncak peringatan Hari Lansia Nasional (HLN) ke-30 tingkat Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Penasehat Himpunan Lansia Sayang Bunda Kabupaten Bantaeng, Ny. Gunya Paramasukhaputri.

Kehadiran beliau menjadi simbol perhatian serius pemerintah daerah terhadap kesejahteraan kelompok usia emas, sejalan dengan tema nasional tahun ini: “Lansia Terawat Indonesia Bermartabat, Lansia Sehat untuk Indonesia yang Berdaya.”
Lansia: Bukan Beban, Tapi Aset Pembangunan
Dalam sambutannya, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, H. Muhammad Tafsir, yang mewakili Bupati Bantaeng, menyampaikan pesan kuat bahwa lansia bukanlah beban sosial, melainkan aset berharga yang telah memberikan fondasi bagi kemajuan daerah saat ini.
“Momentum peringatan Hari Lansia Nasional ini harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk senantiasa menghargai, menghormati, dan belajar dari para lansia. Mereka adalah saksi sejarah yang telah memberikan karya dan pengabdian tulus di masa lampau. Kehadiran dan peran aktif mereka sangat sejalan dengan visi pembangunan daerah kita, yaitu Bantaeng Bangkit, Maju, dan Religius,” ujar H. Muhammad Tafsir dengan tegas.
Ia menekankan bahwa martabat sebuah bangsa dapat diukur dari bagaimana bangsa tersebut memperlakukan orang tuanya dan para lansianya.
Oleh karena itu, perlindungan sosial, jaminan kesehatan, dan ruang partisipasi bagi lansia menjadi prioritas dalam agenda pembangunan manusia di Bantaeng.
Usia Hanya Angka, Produktivitas Tetap Utama
Ketua Himpunan Lansia Sayang Bunda Kabupaten Bantaeng, Hj. Andi Sinasari, juga tampil memberikan inspirasi.
Dalam sambutannya, ia menolak stigma negatif yang sering melekat pada penuaan. Baginya, menjadi tua adalah anugerah dan proses alamiah yang harus disyukuri.
“Lansia tidak boleh dipandang sebelah mata. Usia hanyalah angka. Menjadi tua adalah hal pasti yang akan dialami setiap orang jika diberi umur panjang. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan smart di usia senja,” kata Hj. Andi Sinasari.
Ia menjelaskan bahwa Himpunan Lansia Sayang Bunda telah secara rutin melaksanakan berbagai program pemberdayaan, mulai dari rapat koordinasi bulanan, senam kebugaran bersama, hingga pemeriksaan kesehatan berkala.
Kegiatan ini bertujuan menjaga vitalitas fisik dan mental para anggota agar tetap relevan dalam kehidupan sosial.
Desakan Peningkatan Layanan Kesehatan Komprehensif
Di tengah semangat perayaan, Hj. Andi Sinasari juga menyuarakan aspirasi riil dari lapangan.
Ia berharap adanya dukungan lebih konkret dari instansi teknis terkait, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Kesehatan, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
“Sekarang ini kami dari lansia telah melakukan banyak kegiatan mandiri. Oleh sebab itu, kami mohon dengan sangat kepada dinas-dinas yang berkaitan dengan hajat hidup rakyat untuk memberikan pemeriksaan kesehatan yang lebih lengkap dan rutin kepada kami. Deteksi dini penyakit degeneratif sangat penting agar lansia Bantaeng tetap prima,” ungkapnya.
Permintaan ini mendapat tanggapan positif dari jajaran Forkopimda yang hadir, termasuk perwakilan Dinas Kesehatan yang berjanji akan mengevaluasi program layanan geriatrik di puskesmas-puskesmas se-Kabupaten Bantaeng.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan Lansia
Peringatan HLN ke-30 ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis, termasuk Para Perwakilan Forkopimda Kabupaten Bantaeng, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua BAZNAS Kabupaten Bantaeng, para Camat, Lurah, serta anggota Lansia Sayang Bunda se-Kabupaten Bantaeng.
Kehadiran Ny. Gunya Paramasukhaputri sebagai Penasehat Himpunan menegaskan komitmen pimpinan daerah untuk tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur sosial yang inklusif.
Melalui momen ini, diharapkan tercipta ekosistem masyarakat Bantaeng yang ramah lansia (age-friendly community), di mana setiap warga usia lanjut merasa aman, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk terus berkontribusi sesuai kemampuannya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyaluran bantuan simbolis, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan tidak mengenal batas usia.
Catatan:
Penasehat Himpunan Lansia Sayang Bunda, Ny. Gunya Paramasukhaputri, dan Penjabat Sekda H. Muhammad Tafsir Tegaskan Lansia sebagai Aset Sosial Berharga yang Wajib Dihargai dan Dilindungi.
Narasumber:
– Ny. Gunya Paramasukhaputri.
Ketua TP PKK dan Penasehat Himpunan Lansia Sayang Bunda Kab. Bantaeng
– H. Muhammad Tafsir.
Penjabat Sekretaris Daerah Kab. Bantaeng
– Hj. Andi Sinasari.
Ketua Himpunan Lansia Sayang Bunda Kab. Bantaeng
Liputan Oleh:
Humas Pemerintah Kabupaten Bantaeng
Editor:
Redaksi JejakKasusNews
HariLansiaNasional
#HLN2026
#LansiaSehatIndonesiaBerdaya
#BantaengBangkitMajuReligius
#GunyaParamasukhaputri
#LansiaSayangBunda
#PantaiSeruni
#KabupatenBantaeng
#SulawesiSelatan
#UsiaEmas
#Juni2026


























