Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Prodi Pendidikan Ekonomi FEB UNM sukses melaksanakan kegiatan pengabdian berjudul Pemberdayaan Pemuda Tani Asseddingeng Melalui Literasi Digital Marketing Berbasis Green Economy untuk Penguatan Daya Saing Usaha Cabai Merah pada tanggal 14–15 Juli 2026 di Tinco, Kelurahan Ompo, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.
Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang didanai melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) PNBP Pusat Universitas Negeri Makassar Tahun Anggaran 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemuda tani dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran sekaligus mengembangkan usaha cabai merah yang berorientasi pada prinsip green economy, yaitu ekonomi yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan, efisiensi sumber daya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan diikuti oleh anggota Pemuda Tani Asseddingeng di Tinco, Kelurahan Ompo, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Selama dua hari, peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep digital marketing, pemanfaatan media sosial sebagai media promosi, strategi membangun identitas merek (branding), teknik pengemasan produk yang menarik, serta pembuatan konten pemasaran digital cabai merah yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Ketua Tim PKM, Nur Arisah menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan yang harus dimiliki oleh pelaku usaha pertanian agar mampu bersaing di era ekonomi digital.
Melalui program ini kami ingin mendorong Pemuda Tani Asseddingeng agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi cabai merah, tetapi juga memiliki kemampuan memasarkan produk secara digital dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial dan marketplace.
Dengan pendekatan green economy, kami berharap usaha pertanian yang dikembangkan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi sekaligus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” ujar Nur Arisah. (Ketua Tim PKM Prodi Pendidikan Ekonomi FEB Universitas Negeri Makassar).
Lebih lanjut, Nur Arisah menjelaskan bahwa penguatan daya saing UMKM pertanian tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam membangun merek, memanfaatkan teknologi informasi, serta membaca peluang pasar.
“Pemuda merupakan agen perubahan di sektor pertanian. Ketika mereka memiliki literasi digital yang baik, kemampuan branding yang kuat, dan semangat berwirausaha, maka produk lokal seperti cabai merah dari Desa Tinco akan memiliki peluang lebih besar untuk dikenal secara luas, meningkatkan nilai tambah, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat,” tambahnya.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik penyusunan strategi pemasaran digital, pembuatan akun media sosial bisnis, pengambilan foto produk, penyusunan konten promosi, hingga pengenalan identitas merek Cabai Merah Tani Muda Asseddingeng sebagai langkah awal membangun citra produk unggulan Desa Tinco.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai strategi pemasaran digital, pengembangan usaha, hingga peluang memperluas jaringan pemasaran melalui platform digital.
Peserta juga menyampaikan komitmennya untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam mengembangkan usaha cabai merah secara lebih inovatif dan berkelanjutan.
Sebagai perwakilan peserta, Ketua Kelompok Pemuda Tani Asseddingeng, Abdul Rais, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program PKM Prodi Pendidikan Ekonomi FEB UNM yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi pengembangan usaha cabai merah di Desa Tinco.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim PKM Prodi Pendidikan Ekonomi FEB Universitas Negeri Makassar yang telah memilih Desa Tinco sebagai lokasi pelaksanaan program kemitraan masyarakat.
Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi kami, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk pertanian. Selama ini kami lebih banyak berfokus pada proses budidaya, sedangkan aspek pemasaran digital masih menjadi tantangan.
“Melalui pelatihan ini kami menjadi lebih memahami bagaimana membangun merek, membuat konten promosi yang menarik, dan memasarkan produk melalui media sosial maupun marketplace,” ungkap Abdul Rais.
Abdul Rais juga berharap pendampingan yang telah diberikan dapat berlanjut sehingga inovasi yang diperoleh selama pelatihan benar-benar dapat diterapkan dalam pengembangan usaha kelompok.
“Kami berharap kerja sama dengan Universitas Negeri Makassar tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Pendampingan lanjutan sangat kami harapkan agar produk cabai merah dan berbagai produk olahannya dapat berkembang menjadi produk unggulan Desa Tinco yang memiliki daya saing tinggi, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan anggota kelompok dan masyarakat desa,” tambahnya.
Melalui kegiatan PKM ini, Prodi Pendidikan Ekonomi FEB Universitas Negeri Makassar berharap lahir pelaku usaha muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu mengembangkan produk pertanian bernilai tambah, serta menjadi motor penggerak ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat daya saing usaha cabai merah Tinco, Kabupaten Soppeng sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Tim PKM Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Rektor UNM dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar beserta seluruh jajaran atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan melalui Program Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) PNBP Pusat Universitas Negeri Makassar Tahun Anggaran 2026.
Dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam terlaksananya kegiatan pengabdian ini sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi Kelompok Pemuda Tani Asseddingeng dan masyarakat Desa Tinco. Tim PKM juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kelurahan Ompo, Kelompok Pemuda Tani Asseddingeng, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bekerja sama selama pelaksanaan kegiatan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, Universitas Negeri Makassar terus berkomitmen menghadirkan program pengabdian yang inovatif dan berkelanjutan sebagai wujud nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
*(Pahrul).



























