TAKALAR | JKN.ID — Pernyataan salah satu anggota DPRD Takalar terkait data desil masyarakat yang disebut dapat diubah oleh pemerintah desa menuai tanggapan dari Kepala Desa Tarowang, Samsu Alam, yang akrab disapa Magassing.
Melalui sebuah video yang diunggah di akun tiktok @daeng .magassing.s , Samsu Alam menyampaikan keberatannya karena menurutnya pernyataan tersebut berpotensi menyudutkan kepala desa dan operator desa di tengah masyarakat.
“Saya ingin menanggapi salah satu video yang viral, video dari anggota dewan. Dia menyatakan bahwa desil itu bisa dirubah di desa. Ini kemudian menyudutkan kami para kepala desa,” ujar Samsu Alam dalam video tersebut.
Menurutnya, pemerintah desa tidak memiliki kewenangan untuk menentukan atau mengubah secara langsung data desil masyarakat.
Ia menjelaskan, pemerintah desa bersama operator desa hanya memiliki kewenangan tertentu dalam mengusulkan nama masyarakat melalui aplikasi SIKS-NG.
“Desil itu bukan ditentukan di desa. Desa dan operator desa kemudian hanya berhak mengusulkan nama,” katanya.
Samsul juga menyebut adanya keterbatasan jumlah nama yang dapat diusulkan melalui sistem tersebut.
“Menurut kami, kami dibatasi hanya sepuluh nama setiap bulan untuk dimasukkan di aplikasi SIKS-NG ini,” lanjutnya.
Karena itu, ia menilai perlu adanya klarifikasi agar masyarakat tidak salah memahami mekanisme penentuan desil dan kemudian menganggap pemerintah desa memiliki kewenangan untuk menaikkan atau menurunkan desil seseorang.
Ia juga membantah anggapan bahwa pemerintah desa dapat menentukan desil berdasarkan kepentingan politik atau dukungan terhadap calon maupun pihak tertentu.
“Keliru juga ketika dikatakan kalau bukan pendukungnya kasih naik desilnya, kalau pendukungnya kasih turun. Itu sama sekali tidak ada kuasa bagi kami para kepala desa dan operator desa untuk merubah itu semua,” tegasnya.
Samsu meminta pihak yang menyampaikan pernyataan mengenai kewenangan desa dalam penentuan desil agar terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap mekanisme dan aturan yang berlaku.
Menurutnya, persoalan tersebut penting diluruskan karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
“Saya ingin meluruskan video ini supaya ini tidak menjadi bola liar di masyarakat yang sekaligus selalu menyerang kami para kepala desa,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Samsu juga meminta anggota dewan yang dimaksud memberikan klarifikasi atas video yang beredar. Ia bahkan menyebut pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman antara kepala desa dan masyarakat.
“Kalau tidak mau klarifikasi video ini, terpaksa saya katakan bahwa Anda itu bukan anggota dewan yang bijak. Anda itu anggota dewan yang ingin membenturkan kepala desa dengan masyarakatnya,” ucapnya.
Meski menyampaikan kritik cukup keras, Samsu menutup pernyataannya dengan permohonan maaf apabila terdapat perkataan yang dianggap menyinggung pihak tertentu.
“Saya juga manusia biasa dan saya selaku kepala desa merasa dirugikan dengan adanya video yang beredar ini,” tuturnya.(***)



























