Tahu dan Dapur SPPG Kalabbirang 1 Takalar Diduga Dipenuhi Kecoa

TAKALAR | JKN.ID – Belum selesai Polemik di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalabbirang 1, Kecamatan Pattallassang, yang terletak di jalan Poros Kalampa Jeneponto, Kabupaten Takalar, kembali mencuat.

Saat persoalan pemberhentian dua relawan, Nur Daeng Romba dan Megah, disebut belum sepenuhnya menemukan titik penyelesaian, kini muncul dugaan baru yang berkaitan dengan kebersihan dan keamanan pangan di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Salah satu mantan relawan SPPG Kalabbirang 1, Megah membongkar indikasi keberadaan kecoa di sejumlah bagian dapur dan bahkan menyebut pernah melihat kecoa berada di tahu yang merupakan makanan yang akan disajikan dan sekitar dalam dapur SPPG.

Sehingga Megah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Selatan turun langsung melakukan pemeriksaan guna memastikan kondisi sanitasi, peralatan, serta fasilitas dapur SPPG Kalabbirang 1.

“Kami menantang BGN Sulsel untuk segera mengecek dapur SPPG Kalabbirang 1. Kalau memang kondisi peralatan dan kebersihannya tidak memenuhi standar, kami berharap ada evaluasi,” ungkap Megah, Rabu (16/9/2026).

Selain persoalan dugaan keberadaan kecoa, Megah juga menyoroti sejumlah fasilitas pendukung pengolahan makanan. Salah satunya penggunaan lemari pendingin atau showcase yang menurutnya merupakan peralatan bekas dan perlu dievaluasi kelayakannya.

Ia juga mengklaim pernah melihat kecoa berada di sekitar makanan, termasuk tahu.

Menurut Megah, persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius mengingat makanan yang diproduksi SPPG diperuntukkan bagi anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat program MBG.

Namun, seluruh tudingan tersebut masih merupakan keterangan dari mantan relawan dan belum menjadi temuan resmi dari pihak berwenang. Karena itu, diperlukan pemeriksaan dan verifikasi langsung untuk memastikan kebenarannya.

Persoalan dugaan kebersihan dapur ini muncul di tengah polemik pemberhentian dua relawan yang diduga secara sepihak, yakni Nur Daeng Romba dan Megah.

Sementara itu, pihak Yayasan Berkah Wijaya Makmur selaku pengelola SPPG Kalabbirang 1 me nimberikan tanggapan terhadap dugaan keberadaan kecoa tersebut.

Hj. Andi Cendrawati, yang akrab disapa Opu, mengatakan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan perusahaan jasa pengendalian hama.

Menurutnya, dapur yang juga dikenal sebagai Dapur Kalampa tersebut telah memiliki kontrak kerja sama dengan Loestigop, perusahaan yang bergerak dalam pengendalian tikus, serangga, nyamuk dan jenis hama lainnya.

Ia menyebut tindakan pengendalian atau treatment telah dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan higienitas dapur.

“Dapur Kalampa telah berlangganan dan melakukan kontrak kerja sama dengan Loestigop, perusahaan yang secara profesional membasmi tikus, serangga, nyamuk serta sejenisnya dan sudah dilakukan perlakuan atau treatment,” ujar Hj. Andi Cendrawati.

Ia menegaskan bahwa pihak pengelola memiliki perhatian terhadap aspek higienitas makanan karena makanan yang diproduksi diperuntukkan bagi penerima manfaat program MBG.

“Hal-hal seperti ini kami juga sangat peka untuk tidak pernah ada di dapur kami, sebab higienis makanan yang diutamakan,” katanya.

Terkait pernyataan Megah mengenai dugaan kecoa di dapur maupun makanan, Hj. Andi Cendrawati menyayangkan pernyataan tersebut. Ia menilai tudingan tersebut telah merugikan nama baik pihak dapur.

“Yang disampaikan itu Mega saya anggap sebagai pencemaran nama baik dapur saya. Oleh karena itu, sudah sudahlah. Marilah kita bersahabat dan berteman untuk menyukseskan program ini,” tandasnya.

SPPG Kalabbirang 1 diketahui dikelola Yayasan Berkah Wijaya Makmur dan berlokasi di Jalan Ponegoro Nomor 54, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.

Berdasarkan keterangan pengelola sebelumnya, SPPG tersebut memiliki 47 relawan dengan cakupan 279 penerima manfaat dari 21 sekolah tingkat TK, SD dan SMP di Kecamatan Pattallassang.

Dengan jumlah penerima manfaat tersebut, aspek kebersihan dapur, keamanan pangan, sanitasi, penyimpanan bahan makanan hingga kelayakan peralatan menjadi bagian penting yang perlu dipastikan.

Sampai berita ini diterbitkan, dugaan keberadaan kecoa pada makanan serta tudingan mengenai ketidaksesuaian sejumlah fasilitas dapur belum mendapatkan verifikasi resmi dari pihak berwenang.

Karena itu, pemeriksaan BGN Sulawesi Selatan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi sebenarnya di SPPG Kalabbirang 1, termasuk aspek sanitasi, pengendalian hama, fasilitas penyimpanan, peralatan pengolahan, serta prosedur keamanan pangan yang diterapkan.

Dengan demikian, masyarakat, khususnya para orang tua penerima manfaat MBG, dapat memperoleh informasi yang jelas berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta di lapangan.(***)

 

Editor: Wir

Laporan: TR

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Pilihan

Category List