Sebuah momen hangat dan penuh kesederhanaan kembali ditunjukkan oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzi Nurdin.
Pemimpin muda yang akrab disapa Karaeng Uji ini tertangkap kamera hadir langsung melayat ke rumah duka almarhumah Nurlaelah Azis, istri dari Samsuddin Dg. Sewang, seorang warga di Kelurahan Ereng-Ereng, Kecamatan Tompobulu, Jumat (5/6/2026).
Menariknya, aksi sosial ini dilakukan di tengah padatnya jadwal kerja sang bupati, tanpa adanya skenario protokoler yang kaku.
Hadir Spontan dan Tanpa Pengawalan Ketat
Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Bantaeng ini sempat mengejutkan warga setempat.
Pasalnya, Karaeng Uji datang dengan gaya khasnya yang santai, gaul, dan sama sekali tidak membawa iring-iringan pengawalan ketat sebagaimana lazimnya pejabat daerah.
Setelah menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga ahli musibah, Bupati Bantaeng langsung membaur bersama masyarakat setempat untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat berjamaah di Masjid Nur Jihad, Ereng-Ereng.
Melihat kehadiran bupati yang tiba-tiba namun penuh ketulusan tersebut, warga Ereng-Ereng menyambutnya dengan sangat antusias.
Suasana khidmat di rumah duka dan area masjid pun diwarnai rasa kagum warga atas kerendahan hati sang pemimpin.
“Ini adalah contoh nyata pemimpin berjiwa muda yang tidak memberi sekat antara dirinya dan rakyat. Beliau datang apa adanya, ikut berbaur, dan merasakan langsung duka yang dialami warga,” ungkap salah seorang warga yang berada di lokasi.
Sosok Pemimpin Humanis yang Dirindukan
Aksi spontan M. Fathul Fauzi ini langsung menuai banjir pujian.
Di era modern, gaya kepemimpinan yang transparan, santai (sersan: serius tapi santai), namun tetap sensitif terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan seperti ini dinilai sangat dirindukan oleh masyarakat.
Kehadiran Karaeng Uji di Ereng-Ereng menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan bukanlah soal formalitas kekuasaan atau sekat birokrasi.
Lebih dari itu, ini adalah tentang kehadiran fisik dan empati nyata di tengah-tengah masyarakat, baik dalam kondisi suka maupun duka.
Sikap humanis dan bersahaja ini dinilai menjadi teladan yang sangat baik bagi para pemimpin daerah lainnya.
*(Sumber: fb Mahfuji Fatwi).


























