TAKALAR | JKN.ID — Proses revitalisasi SD Negeri 93 Sawakung Beba, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menuai sorotan masyarakat. Pekerjaan tersebut bahkan diduga dikerjakan tidak maksimal setelah ditemukan bagian tembok bangunan mengalami keretakan saat proses pekerjaan masih berlangsung.
Pantauan di lokasi, Selasa (15/9/2026), terlihat retakan memanjang pada bagian dinding bangunan. Retakan tampak di area pertemuan dinding dengan struktur bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan.
Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pekerjaan revitalisasi yang menggunakan anggaran pemerintah.
Warga meminta pihak pelaksana maupun instansi terkait tidak mengabaikan kondisi tersebut. Mereka mendesak dilakukan pemeriksaan teknis untuk memastikan penyebab keretakan serta mengetahui apakah kondisi tersebut berkaitan dengan kualitas pekerjaan konstruksi.
“Kalau memang temboknya retak saat proses pengecoran, sebaiknya dibongkar kembali dan diperbaiki. Jangan sampai nanti setelah selesai justru menimbulkan masalah,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
SDN 93 Sawakung Beba diketahui menerima Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dengan nilai Rp639.185.895 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Anggaran tersebut diperuntukkan bagi rehabilitasi tiga ruang kelas, rehabilitasi dua ruang toilet, serta penataan lingkungan sekolah. Pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan selama 90 hari kalender.
Dengan nilai anggaran mencapai lebih dari setengah miliar rupiah, masyarakat berharap pekerjaan dilaksanakan secara transparan dan profesional serta mengacu pada spesifikasi teknis dan standar mutu konstruksi yang ditetapkan.
Masyarakat juga meminta Dinas Pendidikan dan pihak berwenang melakukan pemeriksaan terhadap bagian bangunan yang mengalami keretakan sebelum pekerjaan dilanjutkan.
Jika pemeriksaan teknis nantinya menemukan adanya bagian pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi atau standar konstruksi, warga meminta agar bagian tersebut dibongkar dan dikerjakan kembali sesuai ketentuan.
“Jangan hanya ditutup atau diperbaiki secara kosmetik. Kalau memang secara teknis harus dibongkar, ya dibongkar supaya bangunan sekolah benar-benar aman,” harap warga.
Sementara itu, Penanggung Jawab SDN 93 Sawakung Beba, Akbar Ilyas, S.Pd., merespons sorotan tersebut.
Akbar menyatakan pihak sekolah terbuka terhadap informasi dan siap memberikan penjelasan terkait proses pekerjaan revitalisasi di sekolah.
“Iye, terima kasih atas sorotan dan perhatian dari teman-teman media. Kami terbuka untuk semua informasi. Kami tunggu kedatangannya di sekolah kami untuk berbagi informasi yang lebih jelas. Terima kasih,” kata Akbar.
Sorotan masyarakat tersebut kini diharapkan menjadi perhatian pihak terkait untuk memastikan kualitas pekerjaan revitalisasi SDN 93 Sawakung Beba.
Pasalnya, selain menyangkut penggunaan anggaran negara, bangunan yang direhabilitasi nantinya akan digunakan sebagai fasilitas pendidikan bagi para siswa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kesimpulan teknis mengenai penyebab keretakan maupun apakah kondisi tersebut memenuhi atau tidak memenuhi standar konstruksi.(*/ Bersambung)



























