Ikatan Alumni (IKA) DDI Mattoanging Bantaeng resmi menetapkan struktur kepemimpinan baru dalam Muktamar I yang digelar di Aula Pondok Pesantren DDI Mattoanging Bantaeng, Sabtu (5/9/2026).
Momentum bersejarah ini mempertemukan kembali alumni lintas generasi—mulai dari angkatan pertama hingga lulusan tahun 2024 dalam semangat memperkuat ukhuwah dan memajukan almamater.
Mengusung tema “Sinergi Alumni DDI Mattoanging Bantaeng, Mengokohkan Ukhuwah dan Merawat Tradisi”, kegiatan ini dibuka langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mattoanging Bantaeng, Dr. KH. Abdul Haris, Lc., M.Ag.
Kepemimpinan Baru Hasil Musyawarah Khidmat
Setelah melalui rangkaian refleksi dan sidang pleno yang dipimpin oleh Aspar Ramli, peserta Muktamar sepakat membentuk Majelis Alumni (Tim 7).
Lewat musyawarah tertutup, Tim 7 merumuskan nahkoda baru Pengurus Pusat (PP) IKA DDI Mattoanging Bantaeng:
- Ketua Umum PP IKA: Dr. Haedar Harun, S.Pd.I., M.Pd.
- Ketua Harian PP IKA: Ahmad Rafiq, S.Pd., M.Si.
Dalam pidato perdananya, Dr. Haedar Harun menegaskan bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh alumni untuk merangkul setiap potensi yang ada.
“Saya tidak pernah meminta untuk dipilih, tetapi ketika alumni memberikan mandat, ini adalah amanah bersama demi almamater. Yang jauh kita dekatkan, yang muda kita rangkul, yang senior kita hormati, dan yang sedang berjuang kita bantu. Yang kita bangun bukan sekadar organisasi,” tegas Haedar.
Pesan Pimpinan Ponpes: Jangan Hilang Spirit Kesantrian
Pimpinan Pondok Pesantren, Dr. KH. Abdul Haris, Lc., M.Ag., memberikan pesan mendalam kepada para alumni yang kini telah berkiprah di berbagai sektor profesi—mulai dari akademisi, politisi, pengusaha, hingga birokrat.
- Profesionalisme & Identitas: Apapun profesi yang diemban, identitas dan karakter kesantrian tidak boleh luntur.
- Akhlak dan Perilaku: Keberhasilan alumni diukur dari sejauh mana nilai-nilai, akhlak, dan tradisi pesantren tetap hidup dalam tindakan sehari-hari.
Sinergi Strategis Demi Kemajuan Almamater
Dukungan penuh turut mengalir dari pihak yayasan dan panitia pelaksana demi mewujudkan kolaborasi yang berkelanjutan:
- Ketua Yayasan Darul Falah DDI Bantaeng (Husnul Huluk, S.Pd.I., M.Pd.I.): Menilai keberagaman latar belakang alumni sebagai spirit dan kekuatan baru untuk menutup celah pembenahan pesantren dari berbagai sudut pandang.
- Panitia Pelaksana (Ihya Ulumuddin): Menyampaikan apresiasi kepada pihak yayasan atas ruang yang diberikan, seraya berharap pertemuan ini menjadi pijakan awal kontribusi nyata alumni secara berkelanjutan.
Muktamar I IKA DDI Mattoanging Bantaeng menuntaskan agenda perjumpaan ini bukan sekadar sebagai ajang nostalgia, melainkan penegasan bahwa status alumni adalah simbol keberlanjutan peran santri di tengah masyarakat.




























