GOWA | JKN.ID — Rasa aman warga dan pengendara motor di Dusun Bontowa, Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kini terusik.
Dalam dua malam berturut-turut, wilayah itu menjadi sasaran dugaan penyerangan menggunakan anak panah busur yang dilakukan saat warga tengah beristirahat. Warga pun mendesak Polresta Gowa segera turun tangan.
Peristiwa pertama terjadi pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA, ketika warga mendadak diserang menggunakan anak panah busur dan Botol kaca.
Belum hilang rasa cemas, aksi serupa kembali berulang pada Senin malam hingga Selasa dini hari, sekitar pukul 23.00 WITA.
Salah satu warga, Arie, membenarkan adanya dua kejadian beruntun itu. Menurutnya, rentang waktu yang sangat berdekatan membuat warga semakin waspada dan gelisah.
“Dua malam berturut-turut. Minggu sekitar pukul 02.00 WITA, kemudian Senin malam sekitar jam 23.00 WITA,” ujar Arie kepada wartawan. Selasa (08/09/2026).
Selain Arie, Sala satu Warga dusun Bontowa bernama Anto, yang juga menyaksikan peristiwa itu menjelaskan bahwa pada kejadian pertama pelaku melontarkan anak panah busur. Pada malam berikutnya, aksi serupa terulang bahkan anak panah dilontarkan sebanyak dua kali.
” Pada saat penyerangan pertama, sebanyak empat pengendara melakukan teror busur. Kemarin malam kembali lagi menyerang dan kembali melontarkan anak panah busur sebanyak dua kali,” ungkap Anto.
Aksi tersebut tidak hanya menimbulkan ketakutan mendalam, tetapi membuat warga merasa tidak nyaman beraktivitas pada malam hari. Kekhawatiran semakin meningkat karena serangan dilakukan secara tiba-tiba saat masyarakat sedang beristirahat.
Warga pun meminta Polresta Gowa segera bertindak untuk meningkatkan patroli malam di wilayah Dusun Bontowa dan titik rawan, serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik teror tersebut.
Harapan serupa juga ditujukan kepada Pemerintah Desa Tinggimae agar memperkuat pengawasan lingkungan bersama unsur keamanan setempat sebelum jatuh korban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kasus teror busur tersebut.(***)



























