Rumah dan Kios Warga Laikang Diduga Dirusak Sekelompok Orang, Kerugian Capai Rp100 Juta

TAKALAR | JKN.ID — Dugaan aksi perusakan rumah sekaligus tempat usaha milik warga di Dusun Boddia, Desa Laikang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mencuat.

Korban, Sarifah Nuryanti Daeng Soppeng (41), meminta aparat kepolisian mengusut tuntas peristiwa yang terjadi pada Selasa dini hari, 15 September 2026, sekitar pukul 01.40 Wita.j

Menurut Sarifah, aksi tersebut diduga dilakukan sekitar 10 orang. Selain merusak rumah dan kios miliknya, sejumlah barang di dalam rumah dan tempat usaha turut mengalami kerusakan. Mobil Toyota Agya miliknya juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.

Sarifah menuturkan, kejadian bermula saat seorang pria berinisial ALMS datang ke depan kios sambil menodongkan benda yang disebut korban sebagai senjata jenis soft gun.

Orang tersebut, kata Sarifah, kemudian berteriak dan mengancam agar suaminya keluar dari rumah.

“Pelaku datang ke depan kios menodongkan senjata jenis soft gun, lalu berteriak, ‘Keluar ko, kupecahkan nanti kepalamu.’ Suami saya mau keluar, tapi saya larang. Saya pun menangis, lalu yang bersangkutan pergi,” ungkap Sarifah.

Namun, situasi disebut belum berakhir. Tak lama setelah itu, sekelompok orang kembali datang dan diduga melakukan pelemparan batu ke arah rumah korban.

Akibat kejadian tersebut, hampir seluruh kaca mobil Toyota Agya milik Sarifah pecah. Kaca jendela rumah juga mengalami kerusakan.

Selain itu, dinding papan lapis roboh. Etalase rokok, etalase besar, lemari, kulkas, meja kaca hingga pintu kios turut mengalami kerusakan. Sejumlah barang dagangan dan perlengkapan di dalam kios juga disebut berserakan.

Sarifah memperkirakan total kerugian akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp100 juta.

Korban mengaku telah mengetahui identitas sejumlah orang yang diduga berada di lokasi kejadian, yakni SDM, warga Cikoang; ALMS, warga Boddia; SMSD, warga Boddia; serta RJ, warga Cikoang. Sementara beberapa orang lainnya masih belum diketahui identitasnya.

Sarifah berharap aparat kepolisian dapat mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat dan tidak berhenti pada pemeriksaan terhadap sebagian orang saja.

“Saya meminta pihak kepolisian segera menangkap semua pelaku dan menghukum mereka sesuai undang-undang yang berlaku, serta kerugian kami diganti sepenuhnya,” ujarnya.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada Polres Takalar. Proses penyelidikan dan identifikasi terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat masih berlangsung.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari Tim Reserse Kriminal, khususnya Unit Tindak Pidana Umum (Tipidum) Polres Takalar, terkait laporan tersebut, termasuk langkah penyelidikan dan kemungkinan penindakan terhadap pihak-pihak yang dilaporkan.

Kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara terang kronologi kejadian, motif dugaan perusakan, serta peran masing-masing pihak berdasarkan alat bukti dan hasil penyelidikan.(***)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Pilihan

Category List