Sinergi Tiga Pilar Membangun Negeri di TMMD ke-128: TNI, Polri, dan Warga Jeneponto Bahu-Membahu Buka Akses Jalan di Desa Arpal

Panasnya terik matahari siang itu tidak menyurutkan semangat ratusan orang yang berkumpul di hamparan lahan terbuka Desa Arpal, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, pada Sabtu (25/4/2026).

Di sana, pemandangan mengharukan tersaji: seragam loreng TNI, cokelat Polri, dan pakaian sipil warga melebur menjadi satu warna kebersamaan.

Mereka bahu-membahu mengolah material tanah, membuka akses jalan baru dalam rangkaian kegiatan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1425/Jeneponto.

Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan manifestasi nyata dari nilai gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.

Dengan alat sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong, personel Satgas bersama aparat desa dan masyarakat setempat bekerja kompak.

Kehadiran unsur kepolisian yang turut terjun langsung ke lapangan semakin memperkuat pesan bahwa keamanan dan pembangunan adalah tanggung jawab bersama tiga pilar utama negara.

Esensi Kemanunggalan: Lebih dari Sekadar Infrastruktur

Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 1425/Jeneponto, Letkol Inf. Abdul Muthalib Tallasa, memantau langsung jalannya pekerjaan dengan wajah penuh kepuasan.

Baginya, keringat yang bercucuran di pelipas para prajurit dan warga hari ini memiliki nilai yang jauh lebih mahal daripada beton atau aspal yang akan dipasang nantinya.

“Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, kepedulian, serta mempererat hubungan antara TNI, Polri, dan masyarakat. Inilah esensi dari kemanunggalan yang harus terus kita jaga dan pelihara,” tegas Letkol Abdul Muthalib di sela-sela aktivitas penggalian tanah.

Ia menekankan bahwa setiap ayunan cangkul dan dorongan gerobak yang dilakukan bersama-sama mengandung nilai pengabdian yang tinggi terhadap negeri.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi modal sosial yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Membuka Akses, Meningkatkan Taraf Hidup

Pembukaan akses jalan di Desa Arpal menjadi prioritas karena dampaknya yang langsung dirasakan oleh perekonomian warga.

Jalan yang sebelumnya sulit dilalui kendaraan roda empat diharapkan dapat segera terhubung, memperlancar distribusi hasil bumi, dan memudahkan mobilitas masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Apa yang dikerjakan bersama ini diharapkan mampu membuka akses, memperlancar aktivitas warga, dan pada akhirnya meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan kebersamaan seperti ini, kami optimistis setiap target dapat tercapai dengan baik,” tutur Dandim dengan nada penuh harap.

Letkol Abdul Muthalib juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat Desa Arpal yang telah menyambut program TMMD dengan antusiasme luar biasa.
Tanpa partisipasi aktif warga, mustahil target fisik yang ambisius ini dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Target Tuntas Tepat Waktu

Menutup keterangannya, Dansatgas TMMD ke-128 berkomitmen untuk menjaga momentum ini hingga garis finis.

Ia berharap seluruh sasaran, baik fisik maupun nonfisik, dapat rampung sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Kita semua berharap seluruh sasaran fisik maupun nonfisik dalam TMMD ke-128 ini dapat rampung sesuai target waktu yang telah ditentukan, sehingga hasilnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

Di Desa Arpal, Sabtu itu, debu tanah yang beterbangan bukan tanda kekacauan, melainkan simbol harapan baru. Di bawah kolaborasi erat TNI, Polri, dan rakyat, Jeneponto melangkah pasti menuju kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan.

(Redaksi Jejak Kasus)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Pilihan

Category List