Di tengah tantangan ekonomi global yang mulai merambah ke daerah, Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menegaskan komitmennya untuk mengubah arah pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bantaeng.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri sekaligus menjadi pemateri dalam Seminar dan Pelatihan Inkubator Bisnis dan Teknologi yang digelar oleh Akademi Komunitas Industri Manufaktur (AKOM) Bantaeng di Aula Graha Vokasi, Rabu (6/5/26).
Transformasi Paradigma: Dari Pekerja Menjadi Pencipta Lapangan Kerja
Dalam orasinya di hadapan para pelaku UMKM, petani, dan mahasiswa, Bupati yang akrab disapa Uji ini menekankan bahwa institusi pendidikan seperti AKOM memiliki peran krusial yang melampaui sekadar mencetak tenaga kerja.
“Keberadaan AKOM ke depan tidak boleh hanya berfokus pada mencetak generasi yang siap terjun ke dunia industri. Lebih dari itu, kita harus mampu membentuk *mindset* kewirausahaan agar lulusan kita mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” tegas Bupati Fathul Fauzy.
Menghadapi Badai Ekonomi Daerah
Dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bantaeng terhadap inkubator bisnis ini bukan tanpa alasan.
Bupati secara transparan mengungkap kondisi ekonomi daerah yang tengah menghadapi dua tantangan besar:
1. Pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang membatasi ruang gerak fiskal.
2. Lesunya Sektor Industri yang memicu penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa sektor.
Menanggapi kelesuan industri tersebut, Bupati memperkenalkan program unggulan “Petani Bangkit”.
Program ini dirancang sebagai respons taktis atas berbagai persoalan mendasar yang dihadapi petani, mulai dari rantai pasok hingga pembenahan tata kelola komoditas pangan yang dinilai masih memerlukan intervensi serius.
AKOM Sebagai Ruang Strategis Kolaborasi
Senada dengan visi Bupati, Direktur AKOM Bantaeng, Dr. Ir. Arminas, yang membuka kegiatan secara resmi, berharap Inkubator Bisnis dan Teknologi ini menjadi motor penggerak ekonomi baru.
“Kegiatan ini kami hadirkan sebagai ruang strategis untuk berdiskusi dan bertukar gagasan. Kami ingin memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha demi meningkatkan daya saing industri di Bantaeng,” ujar Dr. Arminas.
Melalui penguatan kewirausahaan berbasis teknologi ini, Kabupaten Bantaeng optimis dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih mandiri dan tangguh dalam menghadapi dinamika pasar di masa depan.
*(Humas Pemkab Bantaeng).
Editor: 1zZack
Lokasi: Bantaeng, Sulawesi Selatan
Dokumentasi:



























