MAKASSAR – Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kesehatan lingkungan serta mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar melalui Klinik Baharuddin Suryobroto bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar melaksanakan kegiatan fogging (pengasapan) di seluruh area Lapas Kelas I Makassar, Sabtu (1/8).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan nyaman bagi warga binaan maupun petugas.
Sebelum pelaksanaan fogging petugas Klinik Baharuddin Suryobroto bersama tim Dinas Kesehatan Kota Makassar melakukan koordinasi dengan jajaran pengamanan Lapas terkait titik-titik pelaksanaan serta mekanisme pengamanan selama kegiatan berlangsung. Selanjutnya, pengasapan dilakukan secara menyeluruh pada area blok hunian, blok lansia, saluran drainase, lingkungan sekitar klinik, hingga lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Selain melaksanakan fogging tim kesehatan juga memberikan edukasi kepada warga binaan dan petugas mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui penerapan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas, serta melakukan berbagai langkah pencegahan lainnya sebagai upaya memutus rantai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue.
Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu hak dasar yang harus dipenuhi bagi seluruh warga binaan dan petugas. Oleh karena itu, berbagai langkah preventif terus dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan Lapas yang sehat dan bebas dari potensi penyebaran penyakit.
“Kesehatan merupakan fondasi utama dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan. Melalui kegiatan fogging ini, kami ingin memastikan lingkungan Lapas tetap bersih, sehat, dan aman dari risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue. Sinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar menjadi wujud nyata komitmen kami dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga binaan maupun petugas,”ujar Gumilar Budirahayu.
Lebih lanjut, Gumilar menambahkan bahwa upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui fogging tetapi juga dibarengi dengan edukasi dan peningkatan kesadaran seluruh penghuni Lapas untuk menerapkan pola hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara Klinik Baharuddin Suryobroto Lapas Kelas I Makassar dan Dinas Kesehatan Kota Makassar, diharapkan risiko penyebaran penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk dapat diminimalisir, sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, produktif, dan mendukung optimalisasi program pembinaan bagi warga binaan.(Hms)

























