TAKALAR | JejakKasusNews – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Inpres 113 Laikang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, menjadi sorotan setelah diketahui menu yang disajikan pada bulan Ramadhan kepada siswa diduga hanya terdiri dari satu biji buah pir, satu biji telur, dan satu bungkus roti.
Kondisi ini mengundang pertanyaan terkait kualitas dan kesesuaian pemberian makanan dalam program yang bertujuan untuk mendukung kesehatan dan perkembangan siswa sekolah dasar.
Menu Makanan Bergizi Gratis yang dianggap tidak memadai ini pertama kali muncul dari sala satu aktivis Takalar yang khawatir dengan kondisi gizi siswa.
Pemberian makanan tersebut telah berlangsung dalam beberapa hari dan tidak menunjukkan variasi maupun komponen gizi yang cukup untuk mendukung aktivitas belajar siswa seharian.
Abdul Rahman Tompo, menilai bahwa menu yang disajikan diduga tidak memenuhi standar minimal yang telah ditetapkan untuk program MBG.
Menurutnya, komponen makanan yang diberikan hanya terdiri dari telur sebagai sumber protein, buah pir sebagai sumber serat dan vitamin, serta roti yang dalam beberapa kasus dianggap lebih sebagai camilan bukan karbohidrat utama.
“Salah satu prinsip utama program MBG adalah menyediakan makanan dengan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat utama, protein, sayuran, dan buah-buahan. Namun pada kasus ini, tidak terlihat adanya karbohidrat utama seperti nasi atau mi, serta tidak ada sedikit pun sayuran yang disertakan,” ujar Abdul Rahman Tompo di sala satu warkop di takalar. Selasa (24/02/2026).
Selain masalah komposisi gizi, aktivis ini juga menyoroti dugaan terkait persoalan anggaran yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah.
“Setiap siswa yang mendapatkan bantuan MBG memiliki alokasi anggaran tertentu yang seharusnya digunakan untuk menyediakan makanan berkualitas dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan”, Ungkap Rahman.
Lebih lanjut Kata Abdul Rahman, Standar nasional untuk program MBG menyebutkan bahwa setiap porsi makanan harus memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi siswa sekolah dasar, dengan komposisi yang seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Ketersediaan sayuran dan karbohidrat utama menjadi bagian penting yang tidak boleh terlewatkan dalam setiap penyajian makanan.
Peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak terkait dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Takalar.
Abdul Rahman Tompo berharap Pentingnya pengawasan yang ketat dan pemantauan berkala terhadap kualitas makanan yang disajikan agar program ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi kesehatan dan perkembangan siswa sebagai generasi penerus bangsa.
Sampai berita ini di terbitkan Kepala sekolah SD Inpres 133 Laikang dan Pihak MBG dan SPPG saat ini belum berhasil di konfirmasi , Awak media membuka ruang hak jawab dan Klarifikasi kepada pihak terkait Perihal Menu MBG yang diduga tidak sesuai Kebutuhan Siswa.(***)





















