MAKASSAR | JKN.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar kembali memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran barang-barang terlarang melalui pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) gabungan dan tes urine bagi warga binaan, Rabu (16/9).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menggandeng sejumlah stakeholder dan aparat penegak hukum, yakni Polsek Rappocini, Koramil 1408-03/Rappocini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan. Turut hadir Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sulsel, Yohani Widayati.
Sidak gabungan dilaksanakan sebagai bagian dari langkah preventif dan deteksi dini untuk mencegah masuk maupun beredarnya barang-barang terlarang di dalam Lapas. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada sejumlah area dan hunian warga binaan dengan tetap mengedepankan ketelitian, ketegasan, serta pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain pemeriksaan lingkungan hunian, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelaksanaan tes urine bagi warga binaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut juga sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pemberantasan narkoba, handphone ilegal, dan penipuan pada Lapas dan Rutan. Sinergi bersama berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan upaya pencegahan dan pengawasan dapat dilakukan secara lebih optimal.
Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban di dalam Lapas membutuhkan komitmen bersama serta pengawasan yang dilakukan secara konsisten.
“Pemberantasan narkoba, handphone ilegal, dan segala bentuk gangguan keamanan tidak dapat dilakukan sendiri. Karena itu, kami terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan stakeholder terkait melalui kegiatan pengawasan, sidak, serta langkah-langkah pencegahan lainnya,” tegas Gumilar.
Menurutnya, pelaksanaan tes urine juga menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Sinergi yang kuat akan menjadi fondasi dalam menjaga Lapas tetap aman, tertib, dan bersih dari barang-barang terlarang,” lanjutnya.
Melalui pelaksanaan sidak gabungan dan tes urine secara berkala, Lapas Kelas I Makassar terus berupaya membangun sistem pengamanan yang responsif sekaligus memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang semakin aman, tertib, dan berintegritas.(hms)


























