GOWA – Pemandangan mencolok terjadi di SPBU Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Puluhan sepeda motor Suzuki Thunder tanpa pelat nomor polisi terpantau antre dan diduga berulang kali melakukan pengisian BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU bernomor 74-92132. Senin (22/06/2026).
Kondisi ini sontak memantik sorotan warga dan menimbulkan tanda tanya besar soal lemahnya pengawasan distribusi BBM subsidi di lapangan.
Dari pantauan di lokasi, antrean motor Thunder tampak memenuhi area SPBU. Yang menjadi perhatian, sejumlah kendaraan disebut tidak memiliki nomor polisi, namun tetap leluasa keluar masuk jalur pengisian BBM. Bahkan, beberapa unit diduga terlihat bolak-balik mengisi Pertalite, seolah tak tersentuh pengawasan.
Fenomena ini jelas memantik keresahan. Di saat masyarakat umum harus antre untuk mendapatkan BBM subsidi, justru muncul pemandangan motor-motor tangki yang diduga berulang kali mengisi Pertalite dalam jumlah tidak wajar.
Jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin penyaluran BBM subsidi justru rawan disalahgunakan dan jauh dari prinsip tepat sasaran.
“Yang bikin heran, motornya banyak, ada yang tidak pakai pelat nomor, lalu terpantau seperti bolak-balik isi Pertalite. Ini tentu menimbulkan pertanyaan, kenapa bisa lolos terus,” ujar seorang Warga di sekitar lokasi yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Sorotan publik kini tertuju pada pengelola SPBU 74-92132. Pasalnya, jika benar ada kendaraan yang sama berkali-kali mengisi BBM subsidi, maka sistem pengawasan di SPBU patut dipertanyakan.
Publik menilai pengawasan tidak boleh sebatas formalitas, apalagi jika kendaraan yang melakukan pengisian tidak dilengkapi identitas yang jelas.
Tak hanya itu, dugaan adanya motor modifikasi tangki yang bebas mengantre dan melakukan pengisian berulang dinilai harus segera ditelusuri.
Sebab, praktik semacam ini berpotensi merugikan masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi untuk keperluan sehari-hari.
Atas kondisi tersebut, warga mendesak Pertamina Patra Niaga untuk segera turun melakukan evaluasi terhadap pola distribusi BBM di SPBU Limbung, termasuk memeriksa mekanisme pengawasan terhadap kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang.
Selain itu, Polres Gowa juga diminta turun tangan melakukan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di lokasi tersebut.
Masyarakat berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Jika memang ditemukan adanya pelanggaran, maka aparat dan pihak terkait diminta bertindak tegas agar penyaluran BBM subsidi tidak menjadi celah permainan oknum tertentu, sementara masyarakat kecil justru harus menanggung dampaknya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU 74-92132 terkait antrean puluhan motor Suzuki Thunder tanpa pelat nomor yang diduga berulang kali mengisi Pertalite tersebut.(***)


























