MAKASSAR – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen selada yang dilaksanakan pada Jumat (22/5).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, beserta jajaran pejabat struktural yang turut meninjau proses panen di area pembinaan kemandirian warga binaan.
Panen selada tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang secara konsisten dikembangkan oleh Lapas Kelas I Makassar sebagai sarana meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan semangat kerja warga binaan. Melalui kegiatan pertanian produktif ini, warga binaan tidak hanya diberikan pembinaan secara teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal positif di masa mendatang.
Selain menjadi bagian dari pembinaan kemandirian, kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan nasional. Dengan memanfaatkan lahan pembinaan secara optimal, Lapas Makassar terus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan bermanfaat.
Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, menyampaikan bahwa program pembinaan seperti ini akan terus dikembangkan sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak positif bagi warga binaan.
“Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan semangat kemandirian, produktivitas, dan tanggung jawab bagi warga binaan sehingga mereka mampu memberikan manfaat, baik selama menjalani masa pembinaan maupun ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan panen selada ini, Lapas Kelas I Makassar terus membuktikan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga pada pengembangan keterampilan yang produktif dan bernilai guna bagi kehidupan bermasyarakat.
“Dari lahan sederhana, tumbuh harapan besar untuk kemandirian dan ketahanan pangan negeri.”(***)


























