Sebuah video viral yang beredar di media sosial grup WhatsApp Bantaeng memunculkan persepsi atas dugaan tindakan tidak profesional oleh oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantaeng.
Petugas tersebut diduga menghalangi dua wartawati yang sedang bertugas igin meliput rangkaian peringatan Hari Jadi Bantaeng (HJB) ke-771.
Peristiwa (video yang viral) itu terjadi di kawasan Pantai Seruni pada Sabtu (06/12/2025) dimana lokasi tersebut menjadi salah satu titik padat kegiatan menjelang puncak peringatan HJB pada Minggu, (7 Desember 2025).

Dalam video yang beredar, kedua wartawati, Irawati dan Subaedah terlihat mempertanyakan cara petugas mengatur arus kendaraan.
Kedua wartawati itu merasa cara petugas bertindak tidak sesuai prosedur, sehingga diminta untuk berputar balik, padahal kedua wartawati itu sedang mencari lokasi parkir untuk motornya dan kemudian melaksanakan tugas jurnalis.
Pertemuan Klarifikasi di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bantaeng
Menanggapi viralnya video serta pemberitaan dari beberapa media online, Kepala Dinas Perhubungan Bantaeng, A. Rigas Panawang, memanggil kedua wartawati yang bersoal dengan petugas Dishub dan pihak dari Media Halilintarnews.id untuk melakukan klarifikasi pada Senin (08/12/2025) pukul 10:00 Wita di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bantaeng.
Dihadapan petugasnya dan wartawati (Irawaty dan Subaedah), Kadis Perhubungan Bantaeng, A. Rigas Panawang menyampaikan penyesalan atas peristiwa yang terjadi pada Sabtu itu.
“Saya menyesalkan kejadian ini yang sempat dipertontonkan kepada publik. Kemungkinan besar ini hanya miskomunikasi, mengingat beberapa hari terakhir anggota kami fokus pada pengamanan jelang Hari Jadi Bantaeng ke-771,” ungkap Rigas Panawang.
Kadishub itu menegaskan bahwa Dinas Perhubungan Bantaeng sangat menghargai peran media.
“Wartawan dan pemerintah sama-sama menjalankan tugas. Tidak perlu ada yang saling menyalahkan, yang penting kita saling memaafkan,” kata Kadishub Bantaeng.
Rigas Panawang mengatakan pemanggilan ini dilakukan agar persoalan menjadi jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih jauh.
Kadishub Bantaeng Menyampaikan Permohonan Maaf dan Siap Mengevaluasi Kinerja Personilnya
Dikesempatan itu juga, Kepala Dinas Perhubungan menyampaikan permohonan maaf kepada kedua wartawati yang bersoal dengan petugasnya.
“Saya selaku Kadis Perhunbungan, memohon maaf kepada rekan jurnalis atas perilaku anggota kami. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkapnya.
Kadishub juga mengatakan bahwa wartawan/media adalah mitra penting pemerintah daerah.
Penjelasan Oknum Petugas Yang Bersoal Dengan Wartawati

Oknum petugas yang terlibat dalam insiden tersebut juga memberikan klarifikasi.
Dia mengakui terkait insiden di Pantai Seruni pada Sabtu kemarin, namun dia menegaskan bahwa dia hanya mengarahkan kendaraan ke titik parkir yang telah ditentukan.
“Kami tidak menghalangi tugas peliputan oleh wartawati itu. Silahkan meliput, itu memang tugas anda. Kami hanya mengarahkan ke lokasi parkir yang telah disiapkan,” jelas petugas itu..
Dia juga mengakui bahwa nada bicaranya sempat meninggi pada saat kejadian itu.
“Suara kami terdengar keras, tapi tidak ada niat membentak atau bersikap arogan,” kata dia.
Mediasi Ditutup Dengan Saling Memaafkan
Pertemuan untuk mediasi dan klarifikasi, ditutup dengan suasana damai.
Oknum petugas dan kedua wartawati, Irawati dan Subaedah, saling memaafkan dan saling berjabat tangan.
Kadis Perhubungan Bantaeng menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan serta memberikan arahan tambahan kepada seluruh anggota agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
*(Supriadi Awing).





















