TAKALAR | JKN – Sebuah proyek Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang dibangun pada tahun 2023 di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dengan nilai investasi mencapai Rp 500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah), kini diduga tidak memberikan manfaat yang diharapkan.
Proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Ketenagakerjaan ini, dialokasikan untuk Yayasan Pondok Pesantren Assalam Timbuseng, dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Takalar.
BLK Komunitas ini diharapkan dapat menjadi pusat pelatihan yang relevan, membekali masyarakat dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Namun, pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Bangunan BLK tersebut belum difungsikan sebagaimana mestinya, menimbulkan kekecewaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Aktivis Takalar, Abdul Rahman Tompo, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi BLK yang dinilai mangkrak tersebut.
“Kami sangat kecewa melihat kondisi BLK ini. Padahal, kami berharap banyak agar BLK ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Abdul Rahman Tompo Pada Awak media.Kamis (27/11/2025).
Abdul Rahman Tompo berharap agar pemerintah daerah, Kementerian Ketenagakerjaan, dan pihak yayasan dapat segera berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali BLK Komunitas ini agar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Takalar.
“Kami siap mendukung segala upaya untuk menghidupkan kembali BLK ini. Kami yakin, dengan kerjasama yang baik, BLK ini bisa menjadi pusat pelatihan yang berkualitas,” tegasnya. Abdul Rahman Tompo.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Yayasan Pondok Pesantren Assalam Timbuseng maupun Kementerian Ketenagakerjaan terkait permasalahan ini.
Masyarakat berharap agar segera ada penjelasan dan langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah ini.(Wira/Bersambung)





















