MAKASSAR | JejakKasusNews – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar menyelenggarakan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh kekhusyukan dan suasana yang sarat makna.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) bersama jajaran petugas, sebagai bagian dari pembinaan kepribadian yang menitikberatkan pada penguatan nilai spiritual, moral, dan keagamaan.
Momentum ini menjadi wujud nyata bahwa keterbatasan ruang tidak menghalangi semangat untuk meraih keberkahan di hari kemenangan.
Kepala Rutan Kelas I Makassar Jayadikusumah dalam keterangannya menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum penting untuk refleksi diri dan pembaharuan komitmen hidup.
“Hari Raya Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk kembali ke fitrah, membersihkan hati, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Kami berharap seluruh warga binaan dapat menjadikan momen ini sebagai titik awal untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam proses pemasyarakatan.
“Kami terus berupaya menghadirkan kegiatan pembinaan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek spiritual. Melalui kegiatan seperti sholat Idul Fitri ini, kami ingin menanamkan nilai keimanan, kesabaran, dan keikhlasan dalam diri setiap warga binaan,” jelasnya.
Selain pelaksanaan sholat Idul Fitri, rangkaian kegiatan juga diisi dengan khutbah yang mengangkat tema tentang makna kemenangan sejati, pentingnya keikhlasan, serta harapan akan perubahan diri. Pesan-pesan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal moral dan spiritual bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan ke depan.(***)





















