Jejak Kasus – Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bantaeng, Tiwa Jalapala menyatakan dengan tegas bahwa DPRD Bantaeng adalah tukang PHP (Pemberi Harapan Palsu) karena janji mereka yang tidak kunjung terealisasi.
Tiwa Jalapala mengatakan bahwa saat aksi di 10 Juni kemarin dimana 4 OKP bergabung dalam satu barisan dan menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Bupati, DPRD Bantaeng telah berjanji untuk memfasilitasi audiens pada Senin (7 Juli 2025) dengan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng terkait aksi Program 100 Hari.
“Janji Ketua DPRD Bantaeng dan Plt Sekretaris DPRD Bantaeng saat itu untuk memfasilitasi audiens dengan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng, belum terealisasi hingga saat ini,” ketus Tiwa.
“Padahal kami sudah membuat kesepakatan, namun janji mereka untuk memfasilitasi audiens dengan Bupati dan Wakil Bupati, belum terealisasi,” kata Tiwa.
Tiwa Jalapala juga mengatakan bahwa PC-SEMMI Bantaeng akan terus melakukan aksi untuk memperjuangkan dan menuntut hak-hak masyarakat, jika audiens yang diatur ulang jadwalnya tetap tidak terlaksana.





















