Aksi Pemboman Ikan di Tanakeke Viral, Warga dan Aktivis Desak Penindakan

TAKALAR | JKN – Aksi pemboman ikan di Kepulauan Tanakeke semakin menjadi-jadi, mengancam keberlanjutan ekosistem laut dan mata pencaharian nelayan tradisional.

Praktik ilegal ini terus berulang, diduga kuat akibat lemahnya penegakan hukum dan kurangnya kesadaran akan dampak jangka panjang yang ditimbulkan.

Ironisnya, para pelaku pemboman ikan seolah tak tersentuh hukum, menciptakan kesan bahwa mereka “kebal hukum”. Kondisi ini memicu kemarahan dan keputusasaan di kalangan nelayan yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut yang lestari.

Baru-baru ini, sebuah video amatir yang direkam oleh warga di lokasi kejadian viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan dengan jelas aksi pemboman ikan di wilayah pesisir selatan Pulau Bauluang, salah satu pulau di gugusan Kepulauan Tanakeke.

Dalam video berdurasi 11 detik itu, terlihat sebuah perahu kecil yang ditumpangi oleh dua orang nelayan. Salah seorang dari mereka tampak melemparkan sebuah benda yang diduga bom ke laut. Beberapa detik kemudian, ledakan dahsyat mengguncang perairan, menandakan kerusakan yang tak terhindarkan pada ekosistem laut.

Menurut keterangan warga setempat, pelaku pemboman ikan tersebut diduga berasal dari Desa Minasa Baji, salah satu desa di Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar. Informasi ini seharusnya menjadi petunjuk bagi aparat penegak hukum untuk segera mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.

Maraknya aksi pemboman ikan ini telah menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pemerhati lingkungan. Mereka sepakat bahwa tindakan tegas dan berkelanjutan perlu segera dilakukan untuk menghentikan praktik ilegal ini.

Bupati Takalar, Firdaus Dg Manye, dengan tegas mengutuk aksi pemboman ikan tersebut. Ia menyatakan bahwa penangkapan ikan menggunakan bom adalah tindakan ilegal yang merusak lingkungan dan melanggar hukum.

“Penangkapan ikan dengan menggunakan bom itu dilarang dan merusak,” tegasnya melalui pesan singkat.

Kapolsek Mapsu, saat dikonfirmasi mengenai video viral tersebut, mengatakan bahwa kasus ini telah ditangani oleh pihak Polres Takalar.

“Sudah ditangani oleh pihak Polres Takalar daeng,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Kasat Reskrim Polres Takalar membenarkan bahwa pihaknya telah mengundang para terduga pelaku untuk memberikan klarifikasi terkait aksi pemboman ikan tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini.

Sementara itu, ketua pemerhati kawasan konservasi Tanakeke sekaligus ketua Pokmaswas Jagad Samudra, Masriadi Dg Tika’, mengecam keras aksi pemboman ikan ini. Ia juga menghimbau warga agar berhenti melakukan penangkapan ikan dengan cara yang tidak ramah lingkungan, seperti menggunakan bom dan bius.

“Sebagai pemerhati kawasan konservasi di Tanakeke, saya sangat mengecam perilaku penangkapan ikan dengan bom, karena itu sangat merusak lingkungan, terutama merusak terumbu karang dan kawasan budidaya rumput laut warga,” ujarnya.

Dg Tika’ menambahkan bahwa aksi pemboman ikan ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam mata pencaharian nelayan tradisional yang bergantung pada kelestarian sumber daya laut.

“Jika terumbu karang rusak, ikan akan sulit berkembang biak, dan nelayan akan kehilangan mata pencaharian,” jelasnya.

Ia juga menghimbau seluruh masyarakat Tanakeke untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan laut dan melaporkan segala aktivitas ilegal yang merusak lingkungan kepada pihak berwajib.

“Saya menghimbau warga Tanakeke agar menghentikan segala aktivitas penangkapan ikan yang dapat merusak lingkungan, karena ini sangat berpengaruh dan berdampak pada anak cucu kita nantinya,” tutup Dg Tika’.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diharapkan dapat segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan aksi pemboman ikan di Tanakeke. Selain penegakan hukum, upaya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut juga perlu terus dilakukan.

Laporan : Arif

Editor.     : Wira

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Pilihan

Category List